Mau Beli Mobkas, Cepat Sekarang!

Posted by Glest Radio On September - 9 - 2009

Bagi Anda yang ingin membeli mobil bekas (mobkas) sekarang ini untuk tujuan "back to kampong" mudik Lebaran, bersiap-siaplah menyediakan dana ekstra. Pasalnya, harga sudah melonjak akibat tingginya calon pembeli, ditambah stok menipis.

Seksi di Mata Lawan Jenis

Posted by Glest Radio On September - 9 - 2009

Apa yang terbayang dalam fantasi kita kalau mendengar kata seksi? Pinggang ramping, kulit bersih, kaki yang indah, atau bokong dan dada yang penuh? Seksi memang terkait erat dengan sex appeal atau daya tarik seksual. Tapi, bukan hanya wanita yang punya sex appeal, pria pun memilikinya. Sex appeal memang diperlukan untuk menarik perhatian lawan jenis.

Yang Harus Dibawa Saat Travelling

Posted by Glest Radio On September - 9 - 2009

Apa saja barang yang harus dibawa saat travelling ke suatu wilayah di Indonesia, tidak peduli apapun jenis kegiatan yang akan dilakukan? Barangkali ada yang berpendapat, uang bisa menyelesaikan segalanya. Jadi, bawa uang saja sudah cukup. Dalam kondisi tertentu, uang tidak ada gunanya jika barang yang diperlukan tidak tersedia di pasaran setempat.

Hati-hati...1.745 Lembaga Kursus Ternyata Tidak Terdaftar!

Posted by Glest Radio On September - 10 - 2009

Sebanyak 1.745 dari sekitar 2.000 lembaga kursus di DKI Jakarta ternyata belum memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (Nilek) yang dikeluarkan oleh pemerintah. Sejauh ini, tercatat baru 255 lembaga kursus yang sudah mengantonginya.

UU Kelistrikan Merugikan Bangsa

Posted by Glest Radio On September - 10 - 2009

Dengan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Kelistrikan menjadi Undang-Undang, pemerintah dan DPR dinilai telah merugikan kepentingan bangsa. Dalam jangka panjang, UU ini tidak hanya akan membuat tarif listrik menjadi semakin mahal, tetapi juga melemahkan peran negara dalam menjamin kesejahteraan rakyat.

Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::... Kasus Century Hanya Konteks pada Rekomendasi Tim 8...::...RUU Rahasia Negara Makin Persulit Penegakan HAM ...::...929 Orang Tidak Ikut Tes CPNS Depag...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::...46 Calon Haji Batal Berangkat....::.../span>

Cerdas Optimal Berkat Stimulasi Dini

Diposkan oleh Glest Radio On 18:34 0 komentar
Glest Radio - Stimulasi pada masa kecil dapat mempengaruhi kemampuan pengetahuan anak dalam mengembangkan aktivitas berpikir mengenai segala sesuatu yang diserap melalui panca indera. "Stimulasi akan menjadikan sel-sel otak menjadi bercabang-cabang. Ini menunjukkan fungsi berpikir otak lebih maksimal," ujar seorang psikiater, dr Caroline MSc SpKj, di Jayapura.

Ia menjelaskan, fase paling peka dalam pembentukan otak sebagai wadah kognitif atau yang biasa dikenal dengan "golden age" adalah usia satu hingga lima tahun, selain pada saat anak masih di dalam kandungan.

Stimulasi pada periode usia tersebut sangat mempengaruhi luas dan besarnya wadah pengetahuan sehingga menjadikan seseorang memiliki kemampuan berpikir yang luar biasa. Namun, sebaliknya jika wadah pengetahuan tidak pernah mendapat rangsangan, akan menjadi sempit dan kecil sehingga membentuk seorang individu memiliki kemampuan berpikir yang terbatas.

"Stimulasi pada anak dapat diberikan mulai dari dalam kandungan guna merangsang panca inderanya dalam menerima beragam fakta dari luar yang diberikan orang tua," ujarnya.

Saat sekarang, menurut dr Caroline, dapat memberikan stimulasi dengan berbagai macam cara baik secara alamiah maupun direkayasa. Prinsipnya adalah informasi yang diberikan sebagai rangsangan tersebut haruslah bersifat kaya atau variatif dan memberi efek positif.

Stimulasi secara alamiah dapat dilakukan anak dengan sendirinya ketika yang bersangkutan mulai belajar segala sesuatu dari awal. Misalnya belajar berjalan, makan, atau mencoba menarik perhatian orang-orang di sekelilingnya.

Adapun stimulasi lainnya dapat direkayasa dengan memberikan rangsangan pada setiap inderanya. Misalnya, merangsang penglihatan dengan memberikan warna yang cerah dan terang di dalam kamar tidur atau pada mainannya. Sementara itu, untuk merangsang pendengaran, dapat diberikan bunyi-bunyian berupa musik sejak bayi di dalam kandungan hingga tumbuh menjadi anak.

"Dalam pemilihan musik, sebaiknya orang tua lebih bijak karena musik bisa mempengaruhi IQ serta pembentukan karakter anak. Ada baiknya sejak masih di dalam kandungan anak sudah diperkenalkan dengan musik klasik, sebab itu lebih baik," jelas Caroline.

Sedangkan untuk indera perabaan, kain yang mempunyai tingkat kekasaran atau kelembutan yang bervariasi dapat dijadikan media stimulasi. Semua stimulasi tersebut dapat mengembangkan dan memperluas otak anak sebagai wadah kognitif bagi mereka sehingga dapat tumbuh menjadi individu yang cerdas.

"Peran orang tua sangat menentukan dalam tumbuh kembang anak. Selain itu, agar anak tidak hanya cerdas dalam hal pengetahuan, pendidikan agama dan moral juga harus distimulus sedari dini," katanya.
| edit post

Pukulan Picu Penurunan IQ Anak

Diposkan oleh Glest Radio On 18:16 0 komentar
Glest Radio -Pukul anak sebagai medium penyadaran ternyata tidak hanya berdampak buruk terhadap psikologis tetapi juga tingkat kecerdasan. Penelitian yang dilakukan Universitas New Hampshire, AS melaporkan, sebagian besar dari anak yang kerap dipukul orang tua memiliki tingkat intelegensia (IQ) yang rendah.

Lebih dari itu, penelitian juga mencatat hasil lain mengejutkan dimana anak yang mengalami perlakuan keras akan mengalami kesulitan untuk mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Semua orang tua pasti ingin anak mereka pintar. Penelitian ini menunjukan bagaimana efek negatif dari perlakukan keras orang tua dan koreksi kesalahan perlakuan dilain pihak guna mencegah hal itu terjadi," tukas salah satu peneliti. Murrat Strauss dari Universitas New Hampsphire, AS seperti yang dikutip Yahoonews, pekan lalu.

Penelitian menggunakan metodologi yang menghubungkan antara perlakuan keras dan intelegensia. Metodologi ini mengaitkan sejumlah hubungan lain semisal status ekonomi.

"Anda mungkin akan mengatakan buktikan, tapi saya pikir metode ini akan memberikan berapa laternatif. Saya yakin bahwa perlakukan keras dari orang tua akan membuat perkembangan mental dan kemampuannya menurun secara perlahan," tegasnya.

Penelitian mengambil sampel 1510 anak yang terbagi menjadi dua grup rentang usia. Grup pertama berpopulasi 806 anak dengan rentang usia 2-4 tahun dan grup kedua berpopulasi 704 anak dengan rentang usia 5-9 tahun. Peneliti lalu memberikan tes IQ diawal dan 4 tahun kemudian.

Kedua grup masing-masing terdiri dari anak yang mendapatkan perlakukan keras dan tidak dari masing-masing orang tua anak. Hasilnya, kata Strauss, tercatat hal yang siginifikan. Sebagian dari anak-anak yang mengalami perlakuan keras mengalami keterlambatan perkembangan IQ dari tes awal dan tes lanjutan 4 tahun kemudian. Peningkatan IQ justru terjadi pada anak yang tidak mengalami perlakuan keras.

Menurut Pengamat Anak dan Keluarga dari Duke Univesity, Jennifer Lansford menilai hasil penelitian begitu menarik. Dia juga berpendat, penelitian yang dilakukan memiliki dasar fondasi yang kuat. "Mengacu pada perkembangan anak, dimungkinkan bahwa anak dengan IQ rendah berkaitan dengan masalah displin secara fisik yang berlebih," tukasnya.

Faktor Psikologis

Penelitian lantas mencari cara mengapa IQ anak secara siginifikan mengalami penurunan usai mendapatkan perlakukan keras. Kesimpulan mengacu pada faktor psikologis anak selama mendapatkan perlakuan keras.

"Setiap orang pasti percaya, dipukul oleh orang tua tentu memberikan bekas trauma mendalam pada anak," papar Strauss. Lebih jauh dia menjelaskan, trauma itu berefek stress pada anak saat menghadapi situasi sulit dan kondisi tersebut membuat anak kesulitan mengeluarkan kemampuannya.

"Dengan memukul, orang tua hanya bisa mendapatkan perhatian dan sikap patuh si anak saat dipukul saja. Ini menghalangi anak untuk berpikir bebas," komentar Elizabeth Gershoof, Pakar Anak asal Universitas Texas. Sehingga, kata dia, anak hanya berprilaku benar saat dipukul saja atau anak hanya melakukan sesuatu karena teringat akan pukulan, bukan inisiatif.

Sebab itu, Gershoff menyarankan kepada para orang tua untuk segera menghentikan kebiasaan memukul saat anak melakukan kesalahan atau ketika sikap anak tidak pantas.
| edit post

Kreatif Kelola Keuangan Keluarga

Diposkan oleh Glest Radio On 18:06 0 komentar
Glest RADIO - Ibu rumah tangga (IRT) harus lebih kreatif dalam menyiasati banyaknya keperluan dalam keluarga dengan penghasilan suami yang terkadang tidak mencukupi. Hal itu dikatakan pemerhati masalah perempuan dan keluarga di Jayapura, Juliana Langowuyo.
Ia menjelaskan, tuntutan ekonomi keluarga yang semakin tinggi membuat para ibu rumah tangga terkadang sudah kehabisan uang belanja sebelum waktunya. "Jangan sampai besar pasak daripada tiang atau pengeluaran lebih banyak dari pemasukan," kata Juliana.
Ia mengungkapkan, langkah sederhana yang perlu menjadi prinsip dari para IRT yakni jangan sampai membelanjakan sesuatu barang hanya karena mengikuti keinginan tanpa melihat kegunaannya. "Harus diakui dewasa ini banyak IRT yang membeli sesuatu hanya karena ikut-ikutan dengan orang lain yang sudah membelinya," ujarnya.
Ia mencontohkan banyaknya IRT yang karena tergiur oleh barang obralan di pasar maupun di pertokoan yang dijual dengan harga di bawah standar, lantas langsung membelinya. "Padahal barang yang dibeli tersebut sebenarnya sudah dimilikinya, ini sama saja pemborosan," terang Juliana.
Harus diingat, katanya menambahkan, masalah ekonomi merupakan salah satu penyebab utama terjadinya pertengkaran dalam keluarga yang berdampak pada terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). "Artinya tidak semua suami mempunyai penghasilan yang besar. Di sini bagaimana sang istri bisa menggunakan sesuai keperluan," papar Juliana.
| edit post

Waspada, Kondisi Jajanan di Sekolah

Diposkan oleh Glest Radio On 17:50 0 komentar
GLEST RADIO -Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang melakukan pengujian terhadap jajanan di kantin sekolah, menemukan bahwa sebagian panganan itu tidak memenuhi syarat mutu, sehingga dikhawatirkan membahayakan kesehatan siswa.

Kepala BBPOM Mataram, Hj Sriutami Ekaningtyas pada pembukaan Bimbingan Teknis Piagam Bintang Satu Keamanan Pangan Kantin Sekolah, mengatakan, tahun 2009 pihaknya telah melakukan sampling dan uji terhadap 101 sampel jajanan anak sekolah, antara lain minuman berwarna, es krim, mi, bakso, gorengan dan makanan ringan, sampling dilakukan di 16 SD di Kota Mataram.

"Hasil uji dari 101 sampel jajanan anak sekolah tersebut, yang memenuhi syarat 57 sampel dan 44 lainnya tidak memenuhi syarat, 32 sampel di antaranya tidak memenuhi syarat mutu, antara lain karena mengandung kadar pemanis buatan (siklamat) melebihi batas maksimal, tidak memenuhi syarat (TMS) mikrobiologi dan mengandung bahan tambahan pangan borax serta 12 sampel TMS label," katanya.

Secara nasional kasus kejadian luar biasa (KLB) di sekolah tahun 2006 adalah sebanyak 34 kasus keracunan siswa atau 21,79 persen dari 156 kasus KLB yang terjadi di 25 provinsi di Tanah Air. Penyebab keracunan adalah mikroba, ini berarti pengamanan pangan belum memperhatikan higiene dan sanitasi.

Karena itu, katanya, salah satu upaya yang dilakukan Direktorat Surveilance dan Penyuluhan Keamanan Pangan Deputi Bidang Pengawasan dan Keamanan Pangan dan Bahan-Bahan Berbahaya Badan POM RI untuk meningkatkan mutu dan keamanan pangan di kantin sekolah adalah dengan memperkenalkan Program Piagam Bintang Satu Keamanan Pangan di Kantin Sekolah.

Ia mengatakan, program ini bersifat sukarela dan dimaksudkan untuk mendorong kantin sekolah menerapkan praktik keamanan pangan yang baik dan memperoleh pengakuan atas penerapannya.

Pada tahun 2008 BBPOM Mataram telah melaksanakan kegiatan bimbingan teknis satu keamanan pangan kantin sekolah yang diikuti oleh 10 sekolah di Kota Mataram yang kemudian ditindaklanjuti dengan tindakan audit ke sekolah-sekolah tersebut.
Dari hasil penilaian audit tersebut dua sekolah di Kota Mataram telah menerima Piagam Bintang Satu Keamanan Pangan di Kantin Sekolah.

Melalui Bimbingan Teknis Piagam Bintang Satu Keamanan Pangan di Kantin Sekolah yang dilaksanakan sekarang ini kami mengharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pengelola kantin sekolah dalam bidang keamanan pangan serta mempersiapkan kantin sekolah untuk memperoleh piagam Bintang Keamanan Pangan.
| edit post

    Glest TV - Streaming

    BERITA

    11 Kesalahan yang Tidak Boleh Dilakukan Selama Perjalanan
    Glest Radio,
    Kesalahan saat melakukan perjalanan dapat terjadi pada siapa saja, bahkan pada pengelana yang paling berpengalaman sekalipun. Peserta ........

    Selengkapnya........
    TIPS MENDAPATKAN TIKET MURAH
    Glest Radio - Pesawat terbang menjadi alat transportasi pilihan banyak orang saat ini. Asal tahu trik, orang bisa mendapatkan tiket pesawat berharga murah, bahkan bisa super murah. Cobalah tips berikut. Selengkapnya.....
    Kaki Mulus Bebas Varises
    Apakah kaki Anda sering terasa pegal dan kejang? Perhatikan juga, apakah urat-urat betis Anda tampak menonjol. Hati-hati, mungkin saja Anda terkena varises.

    Varises adalah pembuluh darah yang membesar, berkelok-kelok, berwarna kebiruan yang ........Selanjutnya

    Dengan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Kelistrikan menjadi Undang-Undang, pemerintah dan DPR dinilai telah merugikan kepentingan bangsa. Dalam jangka panjang, UU ini tidak hanya akan membuat tarif listrik menjadi.........Selanjutnya



    Taksi merupakan salah satu sarana transportasi yang sering digunakan traveler, terutama untuk tujuan-tujuan dalam kota, atau dari dan ke bandara, pelabuhan, serta terminal bus. Orang rela bayar mahal untuk taksi demi kenyamanan, keamanan, dan karena lebih punya privasi dibanding angkutan umum....Selanjutnya
    Cara Mudah keliling Dunia
    Siapa bilang liburan selalu mahal? Dengan langkah-langkah tepat dan cerdas, Anda bisa melakukan travelling dengan hemat. Ini dia tipsnya.Musim liburan. Hindari berlibur pada saat musim liburan, Natal, Lebaran, Tahun Baru, atau .......Selanjutnya